Prakerin

PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)

I.DASAR 

Bentuk kegian Praktik Kerja Industri (Prakerin) sesuai dengan arahan GBHN 1993 bahwa Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, keluarga, masyarakat dan Pemerintah. UU No. 2 tahun 1989 tentang system Pendidika Nasional dan tujuan Pendidikan Nasiona, serta peraturan pendukung antara lain :

  1. Penyelenggaraan Pendidikan 2 (dua) jalur yaitu jalur Pendidikan Sekolah dan jalur     Pendidikan luar Sekolah UU SPN, Bab IV, pasal 10 ayat 1;
  2. Penyelenggaraan Sekolah Menengah dapat bekerjasama dengan masyarakat terutama Dunia Usaha dan para dermawan untuk memperoleh sumber daya dalam rangka menunjang penyelenggaraan dan pengembangan Pendidikan UU SPN, Bab XI, Bab 29 ayat 1;
  3. Kerjasama SMK dengan dunia Usaha terutama bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian program SMK dengan kebutuhan dunia kerja yang diusahakan dengan azas saling menguntungkan. Kepmendikbud No. 0490/V/1992 pasal 33
  4. Sekolah menengah kejuruan dapat memilih pola penyelenggaraan pengajran sebagi berikut :
  1. Menggunakan unit produksi yang beroperasi secara professional sebagai wahana pelatihan kejuruan,
  2. Melaksanakan sebagian kelompok mata pelajaran kejuruan disekolah dan sebagian lainnya di dunia usaha dan industry,
  3. Melaksanakan kelompok mata pelajaran keahlian kejuruan sepenuhnya di masyarakat, dunia usaha dan industry. Kepmendikbud No. 080 Bab IV, Butir C 1 (kurikulun SMK)

II. PELAKSANAAN

Sebelum pelaksanaan, pihak program keahlian wajib memberikan sosialisasi dan pembekalan kepada siswa mengenai program prakerin dan waktu pelaksanaannya. Adapun ketentuan prlaksanaan secara umum adalah sebagai berikut :

  1. Prakerin dilaksanakan pada tingkat 2 (kelas XI).
  2. Waktu pelaksanaan 2 – 4 bulan.
  3. Tanggal pelaksanaan menyesuaikan dengan kesempatan yang diberikan oleh pihak DU/DI setelah memperhatikan surat permohonan dari pihak sekolah.
  4. Setiap program keahlian membuat program pelaksanaan prakerin, diusahakan dilaksanakan secara srentak.
  5. Untuk pelaksanaan di luar kota Banjarnegara harus se- ijin orang tua/wali melalui surat ijin orang tua/wali yang disediakan oleh pihak program keahlian.

 III. PENDAFTARAN

  1. Tahap pembayaran
  • Pendaftaran prakerin dimuali sejak siswa masuk di kelas XI dengan cara membayar biaya prakerin yang sudah ditentukan.
  • Pembayaran untuk Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan melalui Bendahara SPP Kelas X (Ibu Yuli Nur B)
  • Pembayaran untuk Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Audio Video Teknik Pemesinan Teknik Pengelasan melalui bedahara SPP Kelas XI ( Ibu Tukinah).
    1. Tahap pengajuan
  • Pengajuan pelaksanaan dan tempat prakerin dilakukan oleh siswa kepada pelaksana di setiap program keahlian melalui Ketua / Sekretaris.
  • Pihak Program keahlian juga bisa memberikan masukan/ informasi alternatif tempat prakerin jika siswa belum menemukan alternatif tempat.
  • Untuk pengajuan ke pihak DU/DI harus dilakukan secara resmi dengan surat permohonan pelaksanaan prakerin yang ditandatangani oleh kepala sekolah.
  • Prakerin bisa bersifat kelompok atau individu. Bagi yang bersifat kelompok harus saling berkoordinasi dengan anggota kelompoknya.

IV. KERJASAMA DU/DI

Setiap Program Keahlian diharuskan memiliki kerjasama dengan pihak DU/DI dalam rangka untuk pelaksanaan prakerin. Surat Kerjasama dapat diajukan sebelum pelaksanaan prakerin atau pada saat pembimbing mengantar/meninjau siswa di tempat prakerin.

V. PEMBIMBING

Setiap siswa/peserta prakerin berhak mendapatkan bimbingan dari guru (pembimbing sekolah) dan pihak DU/DI (pembimbing DU/DI).

 

Tugas pembimbing sekolah diantaranya adalah :

  1. Bertanggungjawab penuh atas siswa yang dibimbingnya selama proses pelaksanaan prakerin.
  2. Memberikan penjelasan tentang tujuan prakerin
  3. Memberikan penjelasan tentang tata tertib prakerin
  4. Memberikan bimbingan selama proses prakerin berlangsung sampai pada penyusunan laporan.
  5. Mengantar dan mensupervisi siswa ke DU/DI sesuai dengan situasi dan kondisi, minimal satu kali ke tempat DU/DI selama pelaksanaan prakerin, bisa pada saat mengantar atau pada saat mensupervisi.
  6. Melakukan pemantauan dan evaluasi kepada siswa selama di tempat prakerin dengan berkomunikasi dan bekerjasama dengan pihak DU/DI atau ketua kelompok atau siswa secara langsung.
  7. Mengatasi setiap permasalahan yang ada untuk di selesaikan dan dicarikan solusi.

VI. PENERBITAN SERTIFIKAT

Sertifikat prakerin diterbitkan oleh sekolah. Jika ada pihak DU/DI yang juga menerbitkan sertifikat, maka siswa mendapatkan dua sertifikat yaitu sertifikat dari pihak sekolah dan dari pihak DU/DI. Adapun penerbitan sertifikat prakerin dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Siswa telah melaksanakan prakerin sesuai dengan ketentuan.
  2. Siswa sudah menyerahkan laporan secara tertulis tentang pelaksanaan prakerin yang sudah mendapatkan pengesahan dari pembimbing sekolah dan pembimbing industri.
  3. Siswa mendapatkan nilai Baik
  4. Sertifikat dicetak oleh sekretaris prakerin pada tiap program keahlian masing-masing.
  5. Sertifikat disahkan / ditandatangani oleh kepala sekolah
  6. Format sertifikat disesuaikan dengan kekhasan masing-masing Program Keahlian.
  7. Penerbitan sertifikat paling akhir dua minggu setelah siswa menyerahkan laporan.
  8. Setiap sertifikat wajib di kopi terlebih dahulu untuk arsip di program keahlian.
  9. Pengambilan sertifikat dapat dilakukan melalui ketua/sekretaris pada masing-masing program keahlian dengan mengisi daftar pengambilan sertifikat yang sudah disiapkan.

VII. PEMBUATAN LAPORAN

Setelah selesai melaksanakan prakerin, setiap siswa wajib membuat laporan tertulis. Laporan dapat di susun dengan berdasarkan data yang ada pada jurnal prakerin setiap siswa.

 

  1. Jurnal Prakerin

Jurnal prakerin adalah buku yang wajib dimiliki oleh setiap siswa dan digunakan untuk mencatat setiap bentuk kegiatan selama prakerin berlangsung. Lembar jurnal setiap hari wajib di paraf oleh pembimbing DU/DI. Buku jurnal dibuat oleh Program Keahlian masing-masing.

 

  1. Laporan Siswa

Laporan prakerin dibuat dan disusun dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Laporan prekerin bersifat kelompok bagi yang pelaksanaannya kelompok
  • Laporan prakerin bersifat individu bagi yang pelaksanaannya individu.
  • Laporan prakerin paling akhir dikumpulkan/diserahkan satu bulan setelah selesai pelaksanaan prakerin.
  • Laporan dari siswa dibuat rangkap tiga dengan peruntukan siswa,sekolah, DU/DI.
  • Laporan dijilid dan diketik dengan ketentuan sebagai berikut :

Ukuran kertas                   : folio 70 gr.

Jenis huruf                         : Time New Roman

Ukuran huruf                     : 14 untuk judul, bab, sub bab, dan 12 untuk isi.

Spasi                                  : 1, 5

Margin                              : atas : 3, bawah : 2, kanan : 3, kiri : 2

Cover                                 : memuat logo SMK, judul, nama penyusun, nama sekolah.

  • Draft laporan prakerin siswa minimal meliputi :
    • Halaman judul
    • Halaman pengesahan
    • Kata pengantar
    • Daftar isi
    • Bab I : Pendahuluan
    • Bab II : Kajian Umum (profil DU/DI, kegiatan harian)
    • Bab III : Kajian khusus (kegiatan yang bersifat keteknikan secara khusus)
    • Bab IV : Penutup (simpulan dan saran)

Aplikasi Sekolah









Statistik Pengunjung Web

  Hari Ini : 19
  Kemarin : 35
  Bulan ini : 757
  Tahun ini : 5203
  Total : 87039
  Hits Count : 45
  Now Online : 1 User